Industrialisasi di indonesia tahun 2019 – 2020

Penjelasan singkat industrialisasi di indonesia

Industrialisasi adalah suatu proses perubahan sosial ekonomi yang mengubah sistem pencaharian masyarakat agraris menjadi masyarakat industri . Industrialisasi juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan di mana masyarakat berfokus pada ekonomi yang meliputi pekerjaan yang semakin beragam (spesialisasi), gaji, dan penghasilan yang semakin tinggi. Industrialisasi adalah bagian dari proses modernisasi di mana perubahan sosial dan perkembangan ekonomi erat hubungannya dengan inovasi teknologi.

Dalam Industrialisasi di indonesia ada perubahan filosofi manusia di mana manusia mengubah pandangan lingkungan sosialnya menjadi lebih kepada rasionalitas (tindakan didasarkan atas pertimbangan, efisiensi, dan perhitungan, tidak lagi mengacu kepada moral, emosi, kebiasaan atau tradisi).

Pada artikel ini akan dibahas mengenai industrialisasi di indonesia dalam bidang pertanian, teksil, semen, kertas, besi atau baja dan kendaraan bermotor.

industrialisasi indonesia 2019

Industrialisi pertanian indonesia

Secara konseptual, industrialisasi pertanian merupakan perubahan dari pertanian tradisional menuju pertanian modern yang memiliki nilai tambah. Aplikasi dari industrialisasi pertanian ini, dikatakannya, menuntut perubahan yang signifikan dari modernisasi produksi manufaktur yang merupakan kegiatan untuk mentransformasikan produk dari petani ke tujuan akhir konsumen (yang meliputi kegiatan produksi dan prosesing) serta modernisasi distribusi dan koordinasi dalam rantai pasar pertanian.

Dalam industri pertanian, sangat penting untuk mengidentifikasi aktivitas nilai tambah yang akan mendukung investasi yang diperlukan melalui riset di aspek pemasaran dan pengolahan, aplikasi bioteknologi, rancang bangun serta restrukturisasi sistem distribusi.

Dengan sistem yang berbasis pasar (market oriented system), petani tidak lagi memproduksi dan kemudian melihat pasar untuk menjual, akan tetapi mengontrol keinginan konsumen yang akan menjadi keputusannya dalam berproduksi.

Di tingkat petani, model pengembangan skala usaha kecil dapat dilakukan melalui model kerjasama antar petani ataupun petani dengan pelaku bisnis lain seperti contract growing, leasing arrangements, joint venture ataupun melalui koperasi.

Namun, harap diingat, besarnya pasar domestik juga mengandung risiko. Bila tak bisa bertahan, Indonesia bisa terjebak oleh banyaknya gempuran produk impor karena ada banyak pihak yang mengincar Indonesia hanya sebagai lapak jualan, bukan untuk basis produksi.

Industrialisasi pertanian indonesia 2020

Macam-macam industrialisi di indonesia selain sektor pertanian

Indonesia  memiliki macam-macam industri strategis yang  memiliki peran besar dalam perkembangan ekonomi masyarakatnya. Macam – macam industri di Indonesia ini diharap mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi masyarakat secara umum, sehingga seluruh segmen masyarakat dapat menikmati kesejahteraan secara merata.

Adapun empat tahap industrialisasi di indonesia, meliputi :

  • Tahap penguasaan teknologi hingga mampu untuk melakukan perakitan sendiri
  • Tahap sistem lisensi, melalui kerja sama dengan industri luar negeri.
  • Tahap pengembangan teknologi sendiri.
  • Tahap pengembangan kemampuan teknologi untuk mendukung ketiga tahap sebelumnya.

Berikut adalah macam – macam industri di Indonesia yang memiliki peran besar bagi perolehan dan penghematan devisa negara atau memiliki fungsi strategis:

1 Industri Tekstil

industrialisasi indonesia 2020

Industri tekstil yang ada di Indonesia meliputi rangkaian industri dari struktur hulu ke hilir. Rangkaian tersebut diawali dari industri serat dan benang (fiber), industri pemintalan, pertenunan, perajutan, percetakan atau pengecapan hingga industri pakaian jadi (garmen).

Produk-produk dalam subsektor industri tektil biasa disebut sebagai industri tekstil dan produk tekstil (TPT). Industri TPT ini sudah lama digeluti oleh masyarakat Indonesia, yang dulunya diawali dengan cara tradisional menggunakan alat-alat sederhana.

Industri TPT di Indonesia mengalami momentum perubahan menuju ke arah industri modern sekitar tahun 1922. Pemicunya adalah didirikannya Balai Penyelidikan Tekstil di Bandung. Melalui Balai tersebut, dihasilkan beragam alat tenun dengan kemampuan hasil tenun lebih cepat hingga delapan kali lipat dari hasil tenun rakyat.

Berikutnya, alat tenun ini terus mengalami perkembangan hingga industri tekstil semakin tumbuh dan berkembang pesat. Hingga saat ini, terdapat banyak industri tekstil ukuran besar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan mampu menghasilkan aneka tekstil dan produk tekstil dengan kualitas unggul serta jumlah besar.

2 Industri Semen

Di Indonesia, industri semen menjadi salah satu komoditas unggulan yang menunjang tumbuh kembang industri dan ekonomi Indonesia. Semen memiliki peran yang aman vital dan strategis karena menyangkut kekokohan dalam pembangunan fisik Indonesia. Karenanya, pembangunan industri semen mendapat prioritas tersendiri dari pemerintah.

Pemerintah mengupayakan adanya perluasan pabrik semen seperti Pabrik Semen Padang di Padang dan Tonas di Makassar hingga mencapai kapasitas satu juta ton. Pemerintah juga mendorong berdirinya pabrik semen di Cibinong dengan target produksi hingga enam juta ton setahun.

Adanya beberapa industri semen besar di Indonesia ini membuat kebutuhan industri semen dalam negeri dapat tercukupi dengan produksi dalam negeri, tanpa harus mengimpor. Dengan tercukupinya kebutuhan semen, pembangunan di Indonesia seperti perumahan dan infrrastruktur lain dapat berkembang dengan pesat.

3 Industri Kertas

industrialisasi kertas di indonesia

Industrialisasai industri Kertas merupakan bahan yang memiliki banyak fungsi positif dan penting. Misalnya, kertas dapat digunakan sebagai bahan untuk buku bacaan, buku tulis, surat kabar, pembungkus, bahkan bahan bangunan. Karena fungsinya yang banyak, Indonesia membutuhkan jumlah produksi kertas yang tidak sedikit.

Konsumsi kertas di Indonesia sebelum tahun 1965 saja sudah mencapai 129.800 ton atau 1,2 kg per kapita. Di tahun 1965, jumlah ini sudah meningkat hingga 1,5 kg per kapita aatu 150.000 ton dikarenakan budaya membaca Indonesia yang mulai berkembang.

Kebutuhan kertas dalam negeri yang besar membuat pemerintah juga menaruh prioritas tersendiri terhadap pertumbuhan industri kertas ini. Industri kertas di Indonesia juga pernah mengalami surplus dan diimpor ke berbagai negara lain.

Ada cukup banyak industri kertas dengan berbagai macam jenis kertas yang dihasilkan di Indonesia. Indonesia bahkan mampu menghasilkan hanpir seluruh jenis kertas yang dibutuhkan manusia. Meski begitu, rupanya saat ini diketahui bahwa hasil kertas dari produksi dalam negeri masih belum mencukup kebutuhan kertas dalam negeri, mengingat jumlah konsumsi kertas juga ikut meningkat.

4 Industri Besi dan Baja

Industri besi dan baja termasuk dalam industri berat. Indonesia memiliki sejumlah tambang besi yang cukup potensial sehingga dapat menghasilkan besi dan baja dalam jumlah cukup banyak.

Industri besi dan baja paling awal di Indonesia dikelola oleh PT Krakatau Steel di Cilegon Banten. Awalnya, pabrik ini mulai menghasilkan besi lempengan. Sekarang, pabrik ini telah menghasilkan berbagai jenis besi beton serta pelat besi. Pabrik ini kemudian mampu melebbur bijih besi dari Ujung Kulon dan Lampung.

Kebutuhan besi Indonesia yang semakin meningkat sempat membuat Indonesia harus mengimpor batangan besi. Namun, kini Indonesia kemudian terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi besinya hingga tak lagi harus mengimpor.

PT Krakatau Steel pun berkembang dengan cukup pesat hingga mampu memproduksi besi beton serta aneka jenis bahan baku untuk pembuatan baja yang dibutuhkan pabrik besi dan baja lain.

Sejak tahun 1985, industri besi dan baja di Indonesia telah mengalami surplus. Indonesia mampu melakukan ekspor produk baja yang dihasilkannya, seperti batang kawat, baja tulang, billet baja, paku, pipa baja serta baja lembaran tebal.

5 Industri Kendaraan Bermotor (Industri Otomotif)

Secara keseluruhan, industri otomotif d Indonesia meliputi tiga jenis kendaraan bermotor, yakni kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor), kendaraan bermotor roda tiga (bemo, bajaj) serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih (mobil, bus, truk).

Dari ketiga jenis kendaraan tersebut, industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih menjadi yang paling berperan di Indonesia. Indonesia mengayahi masalah perbengkelan yang bertujuan untuk memperbaiki serta perakitan yang bertujuan untuk membuat barang dengan jalan memasang-masangkan bagian-bagian yang sudah ada.

Kesimpulan/Resume

MENTERI Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia akan membawa lima sektor industri unggulan ke gelaran Hannover Messe 2020 mendatang. Lima sektor industri unggulan itu yakni otomotif, elektronik, tekstil, kimia, serta makanan dan minuman yang tengah berproses di 4.0 [dikutip dari media indonesia]

Artikel menarik lainya:

Artikel pertanian modernSpecific Purpose Droneteknologi drone untuk pertanian

8 hasil pertaniancontoh inovasi pertaniandampak industrialisasidampak sosial industrialisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Show Buttons
Hide Buttons