Jenis Drone Pemetaan yang Harus Dimiliki oleh Perusahaan Pertambangan


Jenis Drone Pemetaan untuk Perusahaan Tambang / Pertambangan baik Batubara, Gas atau Minyak bumi

Parameter yang harus diperhatikan

  • Endurance / Ketahanan Terbang
  • Bentuk / Model
  • Jarak System Telemetri
  • Akurasi GPS

Endurance / Ketahanan Terbang 

Endurance / Ketahanan Terbang  merupakan parameter pertama yang harus diperhatikan, Sebuah pesawat drone pemetaan yang bagus harusnya mempunyai ketahanan terbang per baterai minimal 50menit dalam setiap kali penerbangan / per baterai, mengapa demikian hal ini sangat penting untuk melakukan survey udara di area yang luas jika sebuah pesawat hanya mampu terbang 30menit per penerbangan maka hanya mampu memetakan sedikit area dalam setiap penerbangan hal ini akan membuat proses pemetaan tidak efisien contoh UAV pemetaan dengan ketahanan terbang tinggi  drone ini mampu terbang hingga 60 menit di udara per batrai dengan membawa beban tambahan berupa kamera HD, Flir, Lidar atau kamera multispectral .

fds-2019

Bentuk / Model Drone

Terdapat 4 jenis model drone / UAV untuk pemetaan udara yaitu :

Flying wing/ Wing

Jenis drone flying wing mempunyai bentuk seperti V hanya tidak mempunyai ekor / rudder & elevator namun menjadi satu di aileron sayap untuk berbelok dan naik turun kelebihan dari drone flying wing mampu terbang dalam kecepatan jauh lebih tinggi dari fixedwing dan mampu mengangkat beban sedikit lebih banyak, namun memiliki kekurangan sulit untuk terbang dan mendarat di area yang terbatas dan membutuhkan skill lebih untuk mengendalikanya.

Fixed-Wing

Type drone  fixedwing mempunyai ekor rudder dan elevator lebih mudah dikendalikan  dapat mendarat di tempat agak sempit kekurangan dari jenis fixed-wing untuk pemetaan udara yaitu : kecepatan sedikit lebih rendah , kemampuan membawa beban tambahan  lebih sedikit .

Multicopter

Drone pemetaan untuk tambang jenis multicopter berbeda dengan type wing atau fixed wing drone ini biasanya mempunyai konfigurasi propulasi 4 motor, 6 motor hingga 8 motor tidak memiliki sayap maupun tail kelebihan dari jenis multicopter diantaranya mampu mendarat dan lepas andas di area yang sangat terbatas dan mampu mengangkut beban sangat berat hingga 20kg ( tergantung kebutuhan ) sedangkan kekurangan dari multicopter/multirotor yaitu ketahanan terbang sangat kecil rata-rata 12-40menit per penerbangan namun hal ini bisa diatasi dengan stok baterai yang cukup selama proses pemetaan udara

BACA  Pemetaan Digital dan Photogrametry dengan Pesawat UAV Apa dan Bagaimana

VTOL( Vertical TakeOff Landing ) 

VTOL atau vertical take off landing ini merupakan jenis fixedwing yang di gabung dengan multicopter dimana drone mempunyai konfigurasi motor 4 atau 3 yang pada saat takeoff dan landing mempunyai angle vertikal (seperti multicopter) sedangkan ketika pada posisi cruise akan menjadi horizontal  (seperti drone fixedwing) drone jenis ini sangat direkomendasikan untuk pemetaan dan survey udara mempunyai kelebihan : mudah di operasikan, auto mode ( dari mode takeoff landing ke mode cruise) , dapat mendarat dan lepas landas di area terbatas dan memiliki daya terbang / endurance tinggi  kekurangan : beban yang dibawa tidak bisa sebesar beban yang mampu di angkat flying wing

 

Jarak System Telemetri

Singkatnya itu adalah kemampuan untuk mengumpulkan data secara wireless dari sensor jarak jauh. Ini bukan kata yang biasa digunakan oleh kebanyakan dari kita, tetapi itu adalah teknologi yang kebanyakan dari kita mungkin gunakan setiap hari tanpa menyadarinya. Teknologi baru ini memungkinkan kita untuk memantau seberapa cepat, berapa sisa baterai , jarak , seberapa tinggi pesawat RC dan sebagainya  saat di udara .

Kita dapat memonitor koordinat GPS yang ada, tegangan baterai, arus motor, baling-baling RPM, level tangki bahan bakar, dan apa saja yang dapat diukur oleh sensor. Dengan peralatan yang tepat kita juga dapat mengunduh informasi ini ke perekam data penerbangan, telepon seluler, bahkan langsung ke laptop . system telemetri yang bagus memiliki jarak minimal 10km dari home base ke UAV dan sebaliknya

 

Akurasi GPS

Dalam pemetaan udara/ Aerial mapping GPS merupakan perangkat vital yang dipasang di UAV berfungsi ketika drone melakukan misi jelajah automatic dan untuk geo location tagging  pada saat pengambilan foto udara untuk di olah dalam software seperti agisoft, pix4d, drone deploy dan sebagainya. Armada UAV pemetaan yang bagus biasanya menggunakan system gps RTK ( Real Time Kinematic)  merupakan teknik yang menggunakan rentang berbasis operator dan menyediakan rentang (dan karenanya posisi) yang urutan besarnya lebih tepat daripada yang tersedia melalui penentuan posisi berbasis kode.

BACA  Manfaat Penginderaan Jauh dalam Berbagai Bidang

Teknik RTK rumit. Konsep dasarnya adalah untuk mengurangi dan menghilangkan kesalahan yang umum terjadi pada base station dan rover pair tingkat akurasi RTK GPS dapat mencapai 1 cm + 1 ppm jika dibandingkan dengan system gps biasa dengan akurasi rata-rata 35cm-4meter

 

Kesimpulan

Parameter-parameter dan Keempat jenis drone diatas merupakan rekomendasi drone/UAV yang cocok untuk pemetaan udara di area pertambagan baik batubara , gas, minyak bumi, pasir , mineral dan lainya rekomendasi  nomor 1 yaitu drone jenis VTOL ( Vertical Takeoff Landing) silahkan pilih produk yang sesuai untuk anda .

Pemetaan

aplikasi pemetaan droneGPS RTKharga jasa pemetaan udaraperbedaan pemetaan dengan drone dan satelitspesifikasi drone untuk pemetaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.