(Salah satu fitur andalan drone untuk pertanian: melakukan penyemprotan / Gambar : Youtube Peter Bae)

(Salah satu fitur andalan drone untuk pertanian: melakukan penyemprotan / Gambar : Youtube Peter Bae)


Ketahui Hal Berikut Sebelum Menggunakan Drone untuk Pertanian

Drone untuk pertanian atau biasa disebut dengan istilah agriculture drone belakangan ini ramai dibicarakan. Selain dikenal sebagai pesawat tanpa awak, alat tersebut populer karena kemampuannya yang luar biasa dalam melakukan penyemprotan. Banyak orang menyayangkan apabila pertanian saat ini tidak melihat potensi hebat dari agriculture drone. Penyemprotan (pupuk maupun pestisida) adalah bagian mendasar dalam proses pertanian yang harus dikerjakan secara optimal. Jika proses dilakukan dengan bantuan drone, maka hasilnya akan lebih cepat dan terkendali. Tapi, tahukah kamu bahwa drone tidak hanya berfungsi untuk menyemprot saja? Berikut fitur lain dari drone untuk pertanian yang harus kamu ketahui!

Kemampuan Analisis terhadap Kesuburan Tanah dan Lahan

Jika kamu bisa mengidentifikasi mana saja lahan yang memiliki potensi kesuburan tanahnya sedikit atau banyak, maka kamu bisa menentukan wilayah mana saja yang harus ditanami dan mana yang tidak. Yes, betul! Drone untuk pertanian bisa melakukan tugas tersebut dengan mudah. Selain itu, kamu bisa menentukan jumlah pemberian pupuk tanpa perlu khawatir tanamanmu mengalami kerusakan. Fitur drone membantu kamu menganalisis kesuburan lahan dan tanah.

Monitoring Fungsi Irigasi

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi sawah. Pemberian air untuk sawah dilakukan untuk berbagai tujuan : membasahi tanaman, membersihkan tanah, atau menambah persediaan air. Jika pengairan tidak dikerjakan dengan baik akan berdampak pada munculnya hama serta terjadinya banjir jika musim datang. Salah satu fitur drone untuk pertanian menawarkan kemampuan untuk monitoring pengairan. Kamu bisa mengetahui area mana saja yang pengairannya sudah baik dan mana yang belum. Fitur tersebut cocok untuk solusi kerusakan pada tanaman yang kadang kelebihan atau kekurangan air.

Mengidentifikasi Gulma

Kehadiran gulma atau biasa disebut dengan rumput liar, dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman. Selain itu, kerugian lainnya adalah gulma dapat menyebabkan pasokan nutrisi untuk tanaman produksi menjadi kurang/terjadi kompetisi antara gulma dengan tanaman budidaya. Oleh karena itu, drone untuk pertanian merancang fitur identifikasi gulma untuk menentukan area mana saja yang harus dipangkas. Jangan sampai proses pertumbuhan tanaman budidaya menjadi terhalang karena banyaknya gulma yang tumbuh di sekitar mereka.

Masih banyak lagi fungsi keren lainnya dari agriculture drone yang belum disebutkan. Bukankah ini adalah waktu yang tepat untuk berpindah menggunakan drone demi meningkatkan produktivitas pertanian? Yuk, beritahu orang-orang di sekitarmu, khsususnya yang bergelut di bidang pertanian untuk melakukan inovasi baru dalam teknologi alsintan, terutama penggunaan drone pertanian.

Untuk hasil terbaik, kamu bisa gunakan drone jenis Ferto 5 dan 15. Drone ini dapat membantu untuk menghemat biaya operasional hingga 25%. Drone jenis Ferto ini dapat mengangkut beban cairan hingga 5-15 kg. Dengan kemudahan dalam mengoperasikan drone yang akan dibantu oleh tim teknis handal serta service dan maintenance dalam negeri, tentu akan mempermudah untuk membantu petani meningkatkan efisiensi pertaniannya. Tertarik menggunakan drone Ferto? Kunjungi website fulldronesolutions untuk informasi dan penawaran lainnya. Selamat mencoba!

BACA  Fermentasi : Bioteknologi di Bidang Pertanian yang bermanfaat

EdukasiTeknologi Drone

agriculture dronedronedrone fertodrone pertanianfertopertanianteknologi modernteknologi pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.