(Metode Smart Farm yang menghasilkan produksi lebih banyak. / Gambar : detik.com)


Smart Farm : Strategi Pertanian China yang Hasilkan Puluhan Ton Sayur

Pertanian China dikenal maju dan modern bukanlah tanpa alasan, negara yang memiliki penduduk lebih dari 1 miliar jiwa tersebut selalu memiliki cara untuk memperkuat ketahanan pangan. Bermula dari mencetuskan penggunaan teknologi di segala bidang pekerjaan, hal yang sama juga menimpa di bidang pertanian. Penggunaan alsintan (alat mesin pertanian) multifungsional pun meningkat dibandingkan alsintan fungsi tunggal. Pemerintahan China berharap mekanisasi yang dilakukan dapat meningkatkan hasil produksi serta mewujudkan ambisi mereka sebagai lumbung beras dunia.

Selain memaksimalkan penggunaan alsintan, Smart Farm adalah salah satu strategi yang digunakan China untuk meningkatkan produksi sayuran. Sistem utama yang diterapkan adalah ; menanam dan memanen sayur di dalam ruangan alias menggunakan metode hidroponik yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas canggih. Dibandingkan dengan lahan konvensional (lahan sawah), yang membutuhkan 300 petani untuk menghasilkan jumlah produksi yang sama, Smart Farm hanya membutuhkan beberapa orang saja. Bahkan hasil yang mereka peroleh saat panen mencapai angka yang lumayan fantastis, puluhan ton sayuran setiap hari.

Kira-kira, keunggulan apa saja yang diperoleh saat menggunakan sistem Smart Farm?

Tanpa Sinar Matahari dan Pestisida

Berbeda dengan lahan konvensional yang terbuka dan membutuhkan asupan energi matahari, tanaman yang ditanam dengan sistem Smart Farm dapat diproses tanpa sinar matahari. Mereka menggunakan LED sebagai penggantinya dan dilakukan di dalam ruangan tertutup. Tanaman yang diproses pun tidak menggunakan pestisida, melainkan memaksimalkan asupan nutrisi di setiap tanaman. Oleh karena itu, sayuran yang dihasilkan berkualitas dan sehat. Air yang digunakan pun cenderung sedikit dan dapat menghemat pengeluaran biaya.

Menghasilkan 3000 Hingga 3500 Ton Sayuran Per Tahun

Metode hidroponik yang diterapkan pertanian di China menyebabkan jumlah produksi meningkat pesat. Bagaimana tidak, sayuran yang ditanam di lahan konvensional biasanya membutuhkan waktu sekitar 40-60 hari untuk panen. Sedangkan sistem Smart Farm hanya membutuhkan waktu  33-35 hari saja, sayuran yang dipanen pun cenderung berukuran lebih besar. Selain itu, lahan yang mereka gunakan tidak seluas lahan konvensional yang membutuhkan berhektar-hektar area dan metode ini cocok digunakan untuk urban farming.

Dibalik suksesnya pertanian di China tidak lepas dari kesungguhan pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan teknologi dan infrastruktur berkelanjutan. Rakyat dibiasakan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan meninggalkan cara konvensional. Apakah anda ingin mencoba menerapkan salah satu cara modern untuk meningkatkan produktivitas pertanian anda? Penggunaan drone sprayer barangkali jadi salah satu solusi yang dapat anda coba. Salah satu produk drone lokal yang memiliki kualitas yang tinggi adalah produk Drone Ferto 5. Drone ini dapat membantu untuk menghemat biaya operasional hingga 25%. Drone jenis Ferto ini dapat mengangkut beban cairan hingga 5-15 kg. Dengan kemudahan dalam mengoperasikan drone yang akan dibantu oleh tim teknis handal serta service dan maintenance dalam negeri, tentu akan mempermudah untuk membantu petani meningkatkan efisiensi pertaniannya. Mau tau lebih lanjut terkait drone Ferto? Silahkan kunjungi website fulldronesolutions.

BACA  Drone militer indonesia dalam memperkuat system pertahanan negara

EdukasiTeknologi Pertanian

chinadrone pertanianpertanianpertanian chinapertanian modernteknologi pertanian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.